Senin, 20 Mei 2013
PROSEDUR PEMUTAKHIRAN DATA NUPTK
Berikut adalah ilustrasi alur prosedur yang dijalankan oleh PTK
(Pendidik & Tenaga Kependidikan) dan Petugas (Admin / Operator).
PEMUTAKHIRAN DATA NUPTK
Mulai bulan Mei 2013, BPSDMPK-PMP menyelenggarakan kegiatan Pemutakhiran Data NUPTK,
yang wajib diikuti oleh PTK.
Pemilik NUPTK dan masih aktif sebagai PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan) silakan melakukan
pemutakhiran dengan mengunduh Formulir, dan mengikuti prosedur yang ada disitus ini.
Bagi PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK, otomatis akan dinyatakan TIDAK AKTIF.
Mengapa harus VerVal Ulang NUPTK 2013?
Melalui kegiatan PADAMU NEGERI yang dikelola BPSDMPK-PMP ini, Data PTK hasil VerVal Ulang NUPTK akan menjadi sumber referensi utama untuk pelaksanaan program-program peningkatan mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemdikbud terkait pada tahapan selanjutnya. [ baca selengkapnya » ]Wilayah Pelaksanaan
Kegiatan ini (yang juga merupakan registrasi ulang Sekolah) dilaksanakan di tingkat Kota / Kabupaten, Kecamatan maupun Sekolah diseluruh wilayah Indonesia.Tentang NUPTK
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan
Tenaga Kependidikan) merupakan kode identitas unik yang diberikan kepada
seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh
satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia.
Seiring dengan program Reformasi Birokrasi, NUPTK sejak tahun 2011 dikelola oleh Sekretariat Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam perkembangannya, NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementrian lainnya, antara lain:
- Sertifikasi PTK
- Uji Kompetensi PTK
- Diklat PTK, dan
- Aneka Tunjangan PTK
Mengapa harus VerVal Ulang NUPTK 2013?
- NUPTK yang dikelola oleh PMPTK sejak tahun 2006 - 2010 kemudian dikelola oleh BPSDMPK-PMP sejak 2011 menjadi kode referensi utama untuk dapat mengikuti berbagai program pengembangan PTK yang dilaksanakan oleh Kemdikbud, antara lain: Sertifikasi, Uji Kompetensi, Diklat, dan Aneka Tunjangan PTK lainnya.
- BPSDMPK-PMP yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengelolaan NUPTK sangat berkepentingan melakukan VerVal Ulang NUPTK 2013 dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu pendidikan nasional khususnya para PTK.
- Dengan peran aktif PTK dalam melaksanakan program VerVal Ulang NUPTK periode 2013 ini. BPSDMPK-PMP dapat membantu progress penjaminan peningkatan mutu para PTK dengan lebih obyektif, transparan, akurat dan berkesinambungan.
- Data PTK hasil VerVal Ulang NUPTK yang dikelola oleh BPSDMPK-PMP akan menjadi sumber referensi utama untuk pelaksanaan program-program peningkatan mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemdikbud terkait pada tahapan selanjutnya.
Apa manfaat bagi PTK?
- Setiap PTK diberi akun login untuk dapat memutakhirkan data personal masing-masing setiap saat setiap waktu darimana saja secara online 24 jam.
- Setiap PTK akan diberi fasilitas media jejaring sosial untuk saling berbagi, berkomunikasi dan berkolaborasi antar PTK se-Indonesia.
- Setiap PTK akan memiliki Kartu Digital NUPTK yang uptodate di http://padamu.kemdikbud.go.id/kode_nuptk (dalam proses pengembangan)
- Setiap PTK akan diberi fasilitas ruang penyimpanan (storage) online untuk menyimpan beragam arsip dokumen secara digital seperti: Ijazah, Sertifikat, Piagam-Piagam, Surat Tugas, dan lain sebagainya (dalam proses pengembangan)
Sabtu, 18 Mei 2013
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
A. Individu Sebagai Peserta Didik
Individu berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan
organisme yang tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda
dari individual yang berarti orang atau perseorangan(Echols,1975: 519).
Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan
perkembangan,karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu
diperhatikan. Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah
istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif
mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah
perkembangan digunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis
atau rohani. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia
memiliki berbagai kebutuhan yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan
primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiring usianya
bertambah,kebutuhan individupun akan juga bertambah.
B. Karakteristik Individu Sebagai Peserta Didik
Individu memiliki sifat bawaan(heredity) dan karakteristik yang
diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar.Menurut ahli psikologi,
kepribadian dibentuk oleh perpaduan faktor pembawaan dan lingkungan.
Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat
tetap,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis
lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan.
1. Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi
Pengertian: Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki ciri khusus/unik.
Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek, antara lain:
- aspek emosional
- aspek sosial psikologis
- aspek sosial budaya
- kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan.
Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus, dengan kata lain tidak
dapat disamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu
juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga
dirinya.Ia mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu
mempertahankan harga diri tersebut.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi yang menyangkut aspek psikologis dapat
ditunjukkan oleh sikap dan perilakunya.Menurut ahli psikologi
perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan
(pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman).
Aliran Nativisme menyatakan perkembanagn pribadi telah ditentukan sejak
lahir,sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi
dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua
faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan
seseorang adalah aliran konvergensi.
3. Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan
pembawaan dan lingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena
itu, kepribadian setiap individu akanberbeda-beda sesuai denga sifat
badan dankondisi lingkungan hidupnya.
4. Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses
perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi
dengan lingkungannya serta kejadian-kejadian saat sekarang.
Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.
5. Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sbb.:
- Membiasakan hidup sehat,teratur,serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.
- Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
- Sering bersosialisasi dengan masyarakat.
- Melatih cara merespon berbagai masalah dengan baik.
- Menghindari sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.
- Disiplin, patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
- Melaksanakan peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
- Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki,baik melalui pendidikan yang formal maupun tidak.
Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari
pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan sosial.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDUAL PESERTA DIDIK
Hakikat tentang pertumbuhan dan perkambangan
Dari berbagai devinisi para ahli diperoleh pernyataan bahwa istilah
pertumbuhan tidak bisa dipisahkan secara tajam, namun bila ingin
dibedakan maka pertumbuhan lebih menunjuk kepada perubahan fisik sedang
pekembangan lebih menuju kepada perubahan psikis dimana
perubahan-perubahan tersebut terjadi akibat dari kekuatan-kekuatan
interen secara otomatis dan kekuatan-kekuatan dari luar.
A. Pertumbuhan dan perkembangan individual peserta didik
Istilah pertumbuhan biasa digunakan untuk menyatakan
perubahan-perubahan ukuran fisik yang secara kuantitatif yang semakin
lama semakin besar atau panjang.Dan istilah perkembangan digunakan untuk
menyatakan perubahan-perubahan dalam aspek psikologis dan sosial dimana
aspek ini meliputi aspek-aspek intelek,emosi,bahasa,bakat khusus nilai
dan moral serta sikap.
Pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan:
1. Pertumbuhan fisik
Pada dasarnya merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi
besar dan tinggi yang prosesnya terjadi sejak sebelum lahir hingga dia
dewasa pertumbuhan fisik ini sifatnya dapat di indra oleh mata dan dapat
di ukur oleh satuan tertentu.
2. Perkembangan Intelektual atau daya pikir
Intelek atau daya pikir seseorang berkembang berjalan dengan pertumbuhan
saraf otaknya dalam tahap ini inidividu lebih menonjolkan pada sikap
refleknya terhadap stimular dan respon terhadap stimulan tersebut.
3. Perkembangan emosi
Berhubungan erat dengan keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan
terutama kebutuhan primer. Jika kebutuhan itu tidak segera dipenuhi, dia
akan merasa kecewa dan sebaliknya. Kecewa dan puas merupakan perasaan
yang mengandung unsur senang dan tidak senang seperti pada pertumbuhan
bayi. Emosi ini merupakan perasaaan yang disertai oleh perubahan
perilaku fisik sebagai contoh bayi yang lapar akan menangis dan akan
semakin keras tangisanya jika tidak segera disusui atau diberi makan.
Perasaan marah ditunjukan oleh reaksi teriakan dengan suara keras dan
jika sedang merasa gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar dan
sebagainya.
4. Perkembangan Sosial
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, setiap individu tidak
dapat berdiri sendiri atau membutuhkan bantuan individu lain demi untuk
dapat mempertahankan kehidupanya. Adapun lingkungan sosial individu
dalam peran perkembangannya dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan
luar keluarga,lingkungan masyarakat selalnjutnya orang yang dikenal
semakin banyak dan semakin heterogen dalam berkehidupan sosial. Dalam
perkembangannya dia mengetahui bahwa kehidupan manusia itu tidak seorang
diri, harus saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi dan
sebagainya.
5. Perkembangan Bahasa
Fungsi pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan
dengan sesamanya. Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan
sebagai tanda, gerak, dan suara untuk mnyampaikan isi pikiran dan
perasaan kepada orang lain.
6. Bakat Khusus
Seseorang yang memiliki bakat akan mudah dapat diamati karena kemampuan
yang dimilikinya berkembang dengan pesat, seperti kemampuan dibidang
seni, olahraga, atau ketrampilan.
7. Sikap, Nilai, dan Moral
Adapun masa anak-anak, perkembangan moral yang terjadi masih relatif
terbatas.Ia belum menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan
benar-salah dan baik-buruk atau inteleknya masih terbatas. Selain itu ia
belum mengetahui manfaat suatu nilai dan norma dalam kehidupannya.
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, ia mulai dikenalkan
terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan yang tidak
boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Proses ini dikenal dengan
istilah sosialisasi nilai-nilai.
B. Perbedaan Individual Peserta Didik
Setiap individu terjadi variasi individual dalam perkembangan yang
menyangkut variasi yang terjadi pada aspek fisik maupun psikologis. Hal
ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses
perubahan yang kompleks, melibatkan berbagai unsur yang saling
berpengaruh satu sama lain. Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah
perbedaan fisik, seperti bentuk badan, warna kulit, bentuk muka, tinggi
badan, sikap perilaku seperti kelincahan, banyak bergerak, suka bicara,
pendiam, tidak aktif, dan nada suaranya rendah.
Bidang-bidang perbedaan individual :
- Umur kronologis,
- Jumlah dan jenis pengalaman dan pengetahuan yang dibawa individu,
- Kehidupan individu dalam berkelompok, berkeluarga, dan bermasyarakat,
- Perbedaan kognitif mengarah pada proses belajar mengajar individu,
- Kemampuan berbahasa (kemampuan berbahasa ini berbeda antara satu individu dan individu lainnya serta sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan),
- Perbedaan dalam kecakapan motorik (Kemampuan motorik dipengarui oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir seseorang karena kematangan pertumbuhan fisik dan kemampuan berfikir setiap orang berbeda-beda, kecakapan motorik masing-masing pun berbeda),
- Perbedaan dalam latar belakang (latar belakang keluarga, baik dilihat dari segi sosial ekonomi, kultural adalah berbeda-beda). Demikian pula lingkungan sekitarnya, baik lingkungan sosial budaya maupun lingkungan fisik akan berpengaruh yang berbeda-beda.
- Perbedaan bakat (bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seseorang sejak lahir). Kemampuan tersebut akan berkembang secara baik apabila mendapat rangsangan dan latihan secara tepat oleh karena itu bakat masing-masing individu sangat komplek hal ini tergantung individu itu sendiri dan pemberian rangsangan maupun pelatihannya,
- Perbedaan dalam kesiapan belajar (perbedaan individu tidak hanya disebabkan oleh keragaman kematangan tapi juga oleh keragaman latar belakang sebelumnya) contoh bagi anak kelas satu sekolah dasar ditemukan umur kronologis antara 3 tahun sampai 8 tahun yang secara normal seharusnya telah duduk di kelas 2 atau 3 tapi kemampuan belajarnya masih sama dengan mereka yang duduk di kelas 1 hal ini menggambarkan pengaruh lingkungan keluarga yang amat buruk sehingga kemampuan dan ekspresi berbahasanya kurang baik.
C. Perbedaan individual yang unik
Setiap individu adalah khas atau unik.Perbedaan ini meliputi
perbedaan fisik, pola berfikir dan cara merespon atau mempelajari hal
baru. Distikalam hal belajar, tiap individu memiliki kelebihan dan
kekurangan dalam menyerap materi pelajaran.Oleh karena itu, dalam dunia
pendidikan dikenal berbagai metode untuk memenuhi tuntutan perbedaan
individu.Berdasarkan kemampuan yang dimillki otak cara belajar individu
dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu:
- Cara belajar visual atau melihat,
- Auditorial atau mendengar,
- Kinestik.
Pengategorian ini merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu
karakteristik yang paling menonjol sehingga jika dia mendapatkan
rangsangan yang sesuai dalam belajar, dia mudah menyerap pelajaran
karena individu menemukan metode belajar yang sesua dengan karakteristik
cara belajar dirinya, dia akan cepat menjadi pintar.
(Dari berbagai sumber).
Guru daerah terpencil dapat tunjangan dobel
Posted in Berita
| Tiga siswi SD melintas ditengah hutan saat pulang sekolah di Parangloe Gowa, Sulsel, Kamis (25/4). Untuk mencapai target pendidikan wajib belajar 12 tahun pada tahun 2013, Kemendikbud akan mengucurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SMA dan SMK senilai Rp 1 juta per siswa sebagai pengganti biaya SPP. (FOTO ANTARA/Yusran Uccang) () |
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, Fidel Efendi, di Padang Aro, Rabu, mengatakan tunjangan tersebut yaitu dari pemerintah pusat berupa tunjangan khusus dan dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat berupa tunjangan daerah.
"Tunjangan daerah yang diberikan oleh pemkab sebesar Rp1,5 juta setiap bulan untuk satu guru, sedangkan oleh pemerintah pusat jumlahnya satu bulan gaji pokok," kata dia.
Dia mengatakan, untuk Kabupaten Solok Selatan yang mendapatkan tunjangan khusus satu bulan gaji sebanyak 68 guru dan semuanya mengajar di Lubuak Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batanghari. Sedangkan tunjangan daerah sebesar Rp1.500.000 dipotong pajak sebanyak 77 guru.
Dia menyebutkan, kebanyakan guru di daerah terisolasi meminta pindah ke pusat kabupaten maupun daerah lain yang diduga karena hasutan orang lain.
Padahal, imbuh dia, jika dilihat dari penghasilan mereka dalam satu bulan itu cukup besar. Bahkan semua gajinya bisa ditabung, sementara untuk biaya hidup sehari-hari bisa dari tunjangan saja.
"Apalagi jika guru tersebut sudah sertifikasi, pendapatan setiap bulan mereka akan lebih besar lagi," katanya.
Sumber:http://www.antaranews.com
Kurikulum 2013 Diharap Bisa Atasi Kekerasan Pelajar
Posted in Berita
"Untuk itulah pentingnya pendidikan etika dan moral, sehingga di kurikulum 2013 kita tambah jam agama dan budi pekerti," katanya, Kamis (16/5).
Dengan ditambahnya dua pelajaran tersebut, harapnya, budi pekerti pelajar menjadi lebih baik. "Solusinya, pendidikan moralitas ditambah, pendidikan agama dipertajam, diberi keteladanan, dan orang tua harus ikut mengawasi," ujarnya.
Menurutnya, dalam hal ini, semua pihak harus terlibat. Kepala sekolah juga harus memantau agar bisa mendeteksi dan memperingatkan siswa yang terindikasi akan melakukan tindak anarkis.
Sumber: http://www.republika.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)
Hasil Belajar Kelas 10 TPm-1 SMK Negeri 13 Surabaya Tahun Pelajaran 2019/2020
Laporan Hasil Belajar Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 pada masa pandemi Covid-19 tidak diberikan secara langsung, namun di...
-
Laporan Hasil Belajar Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 pada masa pandemi Covid-19 tidak diberikan secara langsung, namun di...
-
Untuk rekan - rekan Pendidik yang memerlukan Kalender Pendidikan 2017-2018 silahkan unduh di link di bawah ini : https://drive.google.co...
-
Kalender Pendidikan sangat diperlukan bagi seorang guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Anda dapat mengunduh Kalender Pend...